banner 728x250

Ekonomi Ramah Lingkungan, Peluang Baru bagi UMKM

Avatar
banner 120x600
banner 325x300

Bank Indonesia (BI) mempersiapkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertransformasi menuju UMKM hijau untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. Hal ini tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran akan isu kegiatan ekonomi yang berkelanjutan pada sektor riil.

“Upaya tersebut juga penting untuk menjawab peluang usaha bagi pengembangan produk hijau, tantangan perubahan iklim ke depan, tuntutan internasional, arah sektor keuangan yang inklusif dan berkelanjutan serta menjawab fenomena eco wakening,” ucap Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam acara Karya Kreatif Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

banner 325x300

Pengembangan UMKM hijau merupakan salah satu inisiatif dalam framework kebijakan ekonomi keuangan hijau oleh BI. Bila dirinci, pengembangan UMKM hijau dilakukan berdasarkan tiga pilar utama yaitu meningkatkan penerapan praktik ramah lingkungan, rantai nilai usaha ekonomi sirkular, dan inklusi keuangan hijau.

Penerapan tiga pilar tersebut ditujukan untuk meningkatkan penerapan praktik ramah lingkungan dan zero waste, meningkatkan penerapan ekonomi sirkular, meningkatkan akses pembiayaan, dan mewujudkan ekonomi yang lebih efisien. “Pada akhirnya ini dapat mencapai visi UMKM hijau yang tumbuh dan mendukung ekonomi berkelanjutan,” kata Filianingsih.

Pada 2022, BI telah menyusun model bisnis pengembangan ekonomi hijau Bank Indonesia. Dalam hal ini model bisnis pengembangan UMKM hijau diklasifikasikan menjadi tiga kategori. Pertama yaitu eco-adopter, di mana UMKM hanya mengadopsi praktik ramah lingkungan, namun keberlanjutan bukan bagian dari inti model bisnis. Kedua, eco-entrepreneur, yaitu UMKM sudah mulai mengadopsi praktik ramah lingkungan, keberlanjutan adalah bagian dari inti model bisnis, dan dapat menangkap peluang pasar hijau.

Ketiga adalah eco-innovator, di mana UMKM yang sudah melakukan eco-entrepreneur yang sudah melakukan eco-innovation, untuk meningkatkan produksi, proses produksi, pemasaran, organisasi, praktik bisnis, dan hubungan eksternal yang ditujukan untuk mengurangi dampak lingkungan. Klasifikasi tersebut didasarkan pada beberapa indikator yakni dari sisi produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan. “Model bisnis akan dielaborasi lebih lanjut akan diperkaya dari pemangku kebijakan dan pelaku industri,” imbuh dia.

Pada kesempatan itu, Pembina Industri Ahli Madya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Andriati Cahyaningsih mengatakan, saat ini rantai pasok hijau sudah menjadi perhatian di pasar dunia. Bukan hanya industri besar yang wajib menerapkan konsep ekonomi hijau, tetapi secara paralel hingga industri kecil. “Untuk rantai pasok ini harus dipastikan, jadi perusahaan besar yang mengambil bahan baku atau bahan setengah jadi dari industri kecil harus memastikan bahwa industri kecil juga menerapkan ekonomi hijau,” kata Andriati.

Dia mengatakan, saat ini produk ekspor yang berasal dari industri kecil sudah dipertanyakan apakah menggunakan bahan baku yang berasal dari sumber-sumber legal dan juga sumber-sumber yang aware terhadap berkelanjutan. Pada saat yang sama kandungan bahan baku daur ulang yang ada di produk juga diperhatikan oleh negara pengimpor terutama negara berkembang. “Industri sebaiknya segera bertransformasi ke hijau karena bagaimanapun market di global sudah mensyaratkan hal itu,” kata dia.

Kepala Grup Pengembangan UMKM dan Keuangan Inklusif BI Elsya MS Chani menambahkan, sinergi menjadi penting sebab penerapan ekonomi hijau bukan sekadar prioritas kebijakan global, namun juga merupakan kepentingan bersama. “Perubahan iklim mempengaruhi produksi jadi ini akan berdampak langsung kepada kita semua. Implementasi kebijakan ramah lingkungan bagi UMKM adalah sebuah peluang yang harus dapat dimanfaatkan oleh UMKM,” kata Elsya.

BI mendukung implementasi ekonomi hijau oleh UMKM, melalui insentif kebijakan makro dan fasilitas bagi UMKM untuk bertransformasi ke arah UMKM hijau. Dia mengatakan, BI akan memfasilitasi transformasi UMKM ini melalui fasilitas kebijakan makro untuk mendukung sektor prirotias termasuk ke unit usaha yang ramah lingkungan.

 

banner 800x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *